Showing posts with label unforgetable moment. Show all posts
Showing posts with label unforgetable moment. Show all posts

Friday, 29 May 2015

My Trip, MADOBAG!


Tim Blusukan Madobag, setelah berhasil kembali ke Siberut

Mentawai, merupakan daerah tujuan Pelayanan Medis gw yang ketiga bareng doctorSHARE. Kegiatan yang berlangsung tanggal 1 – 8 April 2015 ini hanya terdiri dari kegiatan operasi Minor dan Pengobatan Umum. Hal ini dikarenakan satu dan lain hal yang membuat kapal Rumah Sakit Apung ga jadi kesitu. Kegiatan pengobatan umum dan operasi minor berlangsung selama tiga hari. Kemudian hari keempat dan kelima dilanjutkan dengan kegiatan blusukan ke desa yang bernama Madobag.

Madobag hanya merupakan sebuah desa terpencil yang terletak di kepulauan Mentawai. Sekedar info, Mentawai dicapai dengan menggunakan kapal cepat selama 3 jam perjalanan dari Padang.

Okeh back to topic tentang blusukan…
Dari belasan anggota tim pelmed, yang pergi blusukan hanya lima orang, dan gw adalah salah satu diantaranya. Gw bertugas menjadi ketua tim blusukan karena dianggap sudah pernah ikutan pelmed sebelumnya. Lima orang itu beranggotakan dua cewek dan tiga orang cowok. gw, vivian, ivan, arfi, dan monang.

Malam sebelum perjalanan, gw belom kepikiran seperti apa madobag itu. Tau sih kalo perjalanannya 2 – 3 jam dengan sepeda motor. Jalanannya dari kayu-kayu. Banyak nyamuk. Listrik susah. Kalo hujan, jalanan tambah parah. Tapi tetep aja berasa kurang infonya. Haha..

Jadilah keesokan paginya bersiap-siap berangkat. Kami diantar oleh dua petugas puskesmas yang sudah terbiasa dengan medan menuju madobag. Total ada 4 sepeda motor. Gw dibonceng sama orang puskesmas yang sekalian nunjukin jalan juga, lalu 2 sepeda motor dikendarai oleh anggota tim blusukan yang saling berboncengan, dan motor terakhir dikendarai oleh petugas puskesmas lainnya sambil membawa carrier besar. Pas ngeliat motor yang ada, gw baru sadar.. hmm… ga perlu pake helm yah? Perjalanan selama 2-3 jam dengan jalan yang katanya parah tapi ga pake helm… ya baiklah… Belom lagi kondisi motor yang akan dipake itu hanya motor bebek biasa. Beberapa diantaranya seadanya pula… dalam artian ga ada spion dan udah terlihat rapuh…

Ya sudahlah mencoba memaklumi…

Akhirnya setelah perpisahan dan foto-foto kami pun memulai perjalanan… foto-fotonya ini sih agak lebay, mirip orang mau pelepasan pergi haji…

Sepanjang jalan liat kanan kiri, sambil rambut berkibar-kibar kena angin… masih adem daerah pedesaan…

Tapi ternyata…..
Semuanya itu cuma berlangsung selama 10 menit… seriously, tepat 10 menit!

Setelah itu perjalanan sesungguhnya baru dimulai…
Jalanan yang awalnya dari beton dan agak lebar mulai menyempit jadi cuma muat untuk jalanan 1 sepeda motor. Kanan kiri yang tadinya luas, tiba-tiba menyempit diapit dedaunan dan semak-semak.. jadi selama perjalanan itu lutut lu bakal kena daun-daun dan semak-semak.

Lalu kemudian, jalanan sempit yang masih beton itu berubah jadi becek dan ditatakin sama kayu-kayu. Mending kalo kayunya yang lebar dan tersusun rapih gitu, eh ini malah cuma potongan balok kayu 10x5cm dan itu pun ga utuh. Ada yang masih rapih disusun, tapi kebanyakan potongan-potongan berserakan.

Pas ngeliat itu gw langsung desperate dalam hati..
Baru juga menempuh 10 menit dari 2-3 jam perjalanan dan kondisi jalanannya udah kayak gini.

Sempat kepikiran pengen nepuk pundak bapaknya bilang “Pak udah yuk balik aja..”
ato “Maaf pak, barang saya ada yang ketinggalan.. blusukannya batal aja yah..”
ato  “Pak! saya kebelet boker!!”

Tapi kenyataannya ga ada yang terucap satu pun…… karena udah lemes……

Gw cuma bisa megang besi belakang jok motor sekenceng2nya sambil doa…
Rasanya begitu dekat dengan maut…wkwkwk…

Sedikit demi sedikit balok-balok kayu tersebut bisa terlewati… okeh mulai lega… tapi masih cemas melihat ke depan dimana sampai ujung mata memandang itu jalanannya begitu semua…

Gw mulai agak tenang dan optimis kembali ketika melihat bapaknya bisa melewati dengan aman dan bahwa ternyata anggota tim yang lain ternyata gak ada yang ngeluh sama sekali… WEW..
Jadi malu lah gw kalo tiba-tiba jadi manja pengen pulang…

Akhirnya mencoba mempercayakan hidup gw kepada Tuhan dan Bapak yang ngeboncengin gw…

Setelah bagian kayu-kayu selesai, jalanan balik lagi jadi beton… lalu kayu lagi dan becek lagi…

Sempat beberapa kali kami harus turun dari motor karena kondisi balok kayu yang licin dan becek banget ato tanjakan yang terjal banget sehingga ga memungkinkan buat ngeboncengin orang…

Setelah menempuh perjalanan melelahkan selama 2,5 jam akhirnya sampailah kami di tempat yang bernama Madobag..
Desanya terlihat asri karena pekarangan rumah rata-rata ditanemin bunga, lalu rumah2nya banyak yang masih dari kayu dan atapnya dari daun pohon sagu. Semuanya terkesan nyaman dan damai.

Kami langsung menuju bangunan pos kesehatan desa (poskesdes) yang terbuat dari tembok. Setelah makan siang, kami memulai kegiatan pengobatan umum dan kontrol jahitan post operasi minor di bangunan milik desa yang terletak di depan Poskesdes. Pengobatan dimulai pukul 13.30 WIB. Pasien mulai berdatangan seabrek. Satu ibu bisa bawa 4 anaknya buat berobat. Jadilah numpuk dan membuat tim agak kewalahan.

Target pengobatan yang awalnya hanya 100 pasien, ternyata dihadiri oleh 176 pasien. Otomatis obat-obatan yang kami bawa pun ga cukup. Memang pas bawa obatnya itu juga terbatas banget karena mikir bakal naik motor sejauh itu. Jadi ga mungkin juga bawa obat banyak2. Beberapa pasien sebenarnya tidak sakit, tapi hanya penasaran dan jadinya berobat. Tapi ada juga pasien yang beneran kesakitan. Jadilah gw dan temen2 ngobok2 tas siapa tau ada obat pribadi kami yang bisa diberikan ke pasien tersebut.
 
Ya puji Tuhan semuanya pas. Dibuat sedemikian rupa supaya pas pokoknya.
Setelah kegiatan pengobatan berakhir, kami pun berfoto dengan petugas poskesdes yang ikut membantu. Lalu foto-foto lagi, as always, dengan Go Pro…
Menjelang sedikit sore, kami keliling Madobag… Sempet mampir di sungai, lalu pas ngeliat ada yang rame-rame di lapangan kami pun singgah…

Ivan dan monang ikutan main volley bareng wakamsi. Wakamsi itu istilah dari bang Arfi yang kepanjangannya adalah ‘warga kampung sini’..wkwkwk…

Di samping lapangan volley, ada juga yang lagi main sepak takraw…
Gw, Vivian dan Arfi yang ga ikutan main, mampir ke rumah penduduk… Ternyata ada salah satu pasien post op yang lagi nongkrong sambil ngerokok.. Jadilah kami samperin dan ngajak ngobrol… walopun ga tau apa yang diobrolin… abis bapaknya gak terlalu fasih ngomong Indonesia…haha…

Di sekitar situ banyak anak-anak yang ngumpul main lari-larian dengan bahagia… gw ama Vivian ngajakin mereka foto tapi mereka kabur mulu…bzztt… tapi mungkin juga karena mereka gak pernah difoto… jadi takut ngeliat kamera,,,

Untungnya arfi, si kumis puter ini punya ide cerdik buat ngajakin mereka foto. Jadi dengan cara ngeliatin hasil foto ke mereka.. ternyata hal yang simple kayak gitu efektif buat anak madobag. Ngeliat muka mereka di layar kamera, mereka jadi excited dan jadi mau difoto.. Setelah dipikir2 mereka bukan anak kota yang terbiasa dengan kamera dan hape..

Pas ngeliat muka mereka sendiri di foto, mereka jadi bersemangat buat difoto.. jadilah kami berfoto-foto ampe gelap…haha.. trus gw juga sempet nyobain permainan mereka yang dari potongan batok kelapa yang dijadikan alas kaki, lalu diiket disambungkan dengan tali.. mirip enggran…

Dan haripun semakin gelap… kami kembali ke poskesdes, tempat kami menginap semalam..
Di poskesdes gak ada listrik atopun genset. Jadi bakal gelap-gelapan semalaman.. Selain itu, ga ada juga air mengalir dari kran… untuk mandi, harus nimba air dari sumur lalu dibawa ke kamar mandi… untungnya ada 3 orang cowok…haha…

Setelah mandi, dua orang cewek petugas poskesdes mulai masak buat makan malam. menu makan malam adalah mie goreng instant. Lalu arfi juga memasak spaggethi yang dia bawa dari Jakarta.

Yep… malam itu kami makan mie instant dan spaggethi… tambahan nasi putih juga… menu ala kadarnya…
Tapi dimakan dengan happy.. J

Setelah makan, kami duduk bareng berlima di bangku kayu depan poskesdes sambil menikmati suasana gerhana bulan yang berangsur-angsur kembali menjadi terang. Suasana hening cukup terpecahkan oleh suara kami berlima yang cerita dan ketawa-ketawa…
Walopun agak bingung juga apa yang diketawain… mungkin menertawakan kebingungan gw akan berbagai hal… sampai-sampai disuruh megang botol kalo bingung…
Walopun gw tau kalo dengan memegang botol ga akan menghilangkan kebingungan gw, tetep juga gw pegang tuh botol…bzztt…

Setelah capek ketawa akhirnya kami tidur di poskesdes. Yang cowok2 tidur di ruang tengah, sementara yang cewek tidur di dalam kamar.

Pagi harinya ternyata hujan… kami pun mulai was-was jalanan pulang jadi seperti apa. Gak hujan aja udah parah, gimana hujan…
setelah mandi dan sarapan pop mie, hujan mulai berhenti, kami perpisahan dan foto2…
Menjelang jam 9 kami mulai perjalanan pulang dengan motor. Belum jauh memulai perjalanan, ternyata hujan kembali turun… kami ga berteduh karena bakal sama aja, jadi langsung hantam…

Jalanan jadi jauh lebih licin dari perjalanan kami di awal.. akhirnya banyak turun jalan kaki juga di setiap jalan becek dan turunan atau tanjakan terjal… Di tengah perjalanan, kami singgah di tempat wisata air terjun Kulukubug (sorry kalo salah namanya). Untuk masuk ke dalam harus berjalan kaki. Akhirnya ditengah hujan gerimis, kami berjalan kaki masuk ke dalam. Awalnya masih pake sepatu, tapi akhirnya lepas sepatu juga karena becek banget dan licin, udah gitu juga harus nyebrang sungai dan naik turun bebatuan.

Setelah berjalan kaki kurang lebih 20 menit, sampailah kami di air terjun….
Kesannya WOW!
Perjalanannya worth it sih…
Puas berfoto-foto dan menikmati keindahan alam air terjun, kami pun kembali… lagi-lagi turun hujan… jadilah hujan-hujanan lagi…
Di tengah jalan pulang, gw sempet kepleset dan jatoh… Mirisnya karena yang jatoh adalah pantat gw menimpa sebuah batu yang ujungnya cukup runcing…
Rasanya……. Sakit.
cukup meninggalkan hematom dengan diameter 8cm..
Tapi untunglah masih bisa duduk di motor dan melanjutkkan perjalanan pulang…

Kami sampai di Pulau Siberut sekitar pukul 13.00 WIB, dalam keadaan setengah kering, kucel dan kelaparan…

Pas ngeliat teman2 yang lain, gw pun terharu… ga nyangka bisa balik…hahaha…
Merasa sangat bersyukur bisa melewati seluruh perjalanan dengan tim yang kompak dan tahan banting tanpa mengeluh… bersyukur bisa merasakan suasana pedesaan yang desa banget, yang masih asli, jauh dari hiruk pikuk perkotaan… suasanya yang gak semua orang pernah merasakan atau mungkin gak pernah diketahui oleh sebagian orang kenyamanannya. Suasana yang nyaman, jauh dari sinyal dan gadget yang mengambil ahli sebagian besar kebebasan hidup kita. Berada di tengah orang-orang yang ga tau apa itu selfie, go pro, facebook, twitter, instagram, path, bbm, game online ato soal update status dan upload foto. Orang-orang yang ga memerlukan power bank untuk bertahan hidup. Suasana sore hari dimana semua pemuda pemudi ngumpul di lapangan buat main volley dan sepak takrauw, sementara anak-anak kecil lainnya berlarian sana sini kejar-kejaran, lalu di depan rumah ada bapak-bapak yang menghisap tembakau atau ibu-ibu yang duduk sambil ngobrol dan tertawa sesekali. Suasanya yang ngangenin banget buat gw…

Blusukan ini memberikan pengalaman berharga banget buat gw dan keempat teman lainnya dan semoga ini juga dapat memberikan sedikit manfaat bagi warga Madobag.
:)

Sunday, 7 December 2014

Alam yang Tak Seberuntung Asa



Sekitar delapan bulan yang lalu, gw sempet ikutan casting teater… Okeh mungkin bagi sebagian orang kaget mengetahui hal ini karena bagaimana caranya seorang cewek tanpa ekspresi ikut gitu-gituan..


Awalnya gw tertarik pengen ikutan pertunjukan teater ini karena di pertunjukan sebelumnya gw menjadi penonton, yang berjudul “Selubung Perempuan”


Pas tau ada anak yang gw kenal ikutan main, gw jadi pengen ikut juga… karena tahun ini Komsos KAJ menyelenggarakan pertunjukkan drama musikal lagi…


Drama musikal tahun ini berjudul “POSITIF! Nada untuk Asa”


Drama tersebut merupakan adaptasi dari cerita nyata tentang dua perempuan yang positif mengidap virus HIV… dan tujuan dari pementasan ini adalah untuk penggalangan dana Rumah Sakit St. Carolus…


Pementasan drama musikal ini merupakan salah satu dari rangkaian program Keuskupan Agung Jakarta dalam tahun pelayanan 2014 ini.diantaranya adalah peluncuran novel dengan judul yang sama “Nada Untuk Asa,” pementasan drama musikal, dan yang terakhir adalah pemutaran film di bioskop. Ketiganya dengan judul dan ide cerita yang sama.


Wah pas tau kalo temanya adalah medis dan untuk penggalangan dana rumah sakit, gw jadi lebih tertarik…

Waktu latihan awalnya seminggu 2x, lalu kemudian menjadi seminggu 3x. Lama latihan adalah kurang lebih 5 bulan… disini gw berperan sebagai penari, perawat Carolus dan pelayan di galeri…


Hebat yah… kapan lagi coba nyobain jadi perawat dengan topi yang lucu itu… dan cuma di atas panggung ini doang yang pelayan galerinya adalah seorang dokter…haha… 


Pementasannya itu tanggal 20-21 September 2014. Dan evaluasi dari penampilan kemarin sih dari komentar bapak uskup dan penonton yang lain pada bilang luar biasa… walopun ada juga yang merasa drama tahun sebelumnya lebih bagus…


Kesan gw selama latihan dan pementasan ini, tentunya dapetin banyak banget pelajaran baru. Hal ini juga berkat pengajar-pengajar seni yang professional di bidangnya.Kami diajarin olah raga dan olah rasa.


Ada yang ga ngerti olah raga itu apa? Olah raga adalah proses mengolah tubuh lu sedemikian rupa sehingga besokannya lu bisa merasakan apa yang dinamakan delayed onset of muscle soreness (DOMS). Dan apa itu olah rasa? Singkatnya olah rasa itu adalah mengolah imajinasi lu sedemikian rupa, mengaduk-aduk emosi lu dan kalo overdosis bisa masuk Dharmawangsa… Salah satu contoh dari olah rasa adalah tutup mata, bayangkan di depan lu ada sebuah pohon, panjat pohon itu, petik buahnya dengan susah payah dan pastikan juga kalo muka lu sedang berekspresi demikian…


Selain olah-olahan itu, diajarin juga mengenai koreografi tarian yang merupakan gabungan kontemporer dan tradisional… Pas latihan bareng main actor/actress nya juga bisa secara tidak langsung memperhatikan bagaimana mereka berakting dengan baik… :)



Untuk jalan cerita, singkatnya mengenai bagaimana seorang ibu dari 3 anak (Nada) yang didiagnosis mengidap HIV beberapa saat setelah kematian suaminya. Belakangan Nada baru tau bahwa ia tertular suaminya yang meninggal karena HIV. Nada merupakan seorang yang setia, namun dikhianati oleh suaminya.Kenyataan yang lebih memilukan, Nada memiliki seorang anak yang berusia 1 tahun yang juga tertular virus HIV (Asa). Pertengahan cerita mengisahkan bagaimana sebuah kata “POSITIF!” yang keluar dari mulut dokter memutarbalikkan dunianya menuju keterpurukan yang sangat, membuahkan efek negatif  yaitu penolakan dari orang sekelilingnya termasuk keluarganya sendiri. Nada yang terpuruk pada akhirnya bangkit dari keterpurukan.Salah satunya karena Asa.Selalu ada Nada untuk Asa.



Setelah memikirkan tentang Asa. Gw jadi teringat sama pasien keluarga binaan gw pas kuliah kedokteran di semester 5 dulu. Jadi dapet tugas untuk membina sebuah keluarga di sebuah daerah yang ditentukan. Keluarga binaan kelompok gw merupakan sebuah keluarga yang spesial. Bukan karena pake telor, tapi karena begitu complicated-nya permasalahan yang ada di keluarga itu…


Keluarga tersebut terdiri dari Ibu dan 3 orang anak laki-laki.Persis yah seperti keluarga Nada. Awalnya penyakit yang diketahui itu adalah sang ibu menderita TBC dan sang anak yang bernama Alam berusia 4 tahun ini menderita TBC + gizi buruk.


Kelompok gw cukup gila juga mungkin mau ngambil keluarga ini, padahal bisa aja ambil keluarga lain yang masalahnya lebih simple…


Tugas dari dosen pun kita kerjakan… mulai dari membina si ibu sebisanya mengenai pola hidup sehat dan bagaimana caranya untuk memperbaiki gizi Alam.Kami juga menyarankan si ibu untuk kontrol ke poli paru di Puskesmas sampai tuntas.Waktu itu Alam sering rewel dan menderita diare, selain itu terdapat juga katarak di kedua matanya.


Karena merasa penyuluhan dan ngemeng gitu doang gak guna, maka kita juga sempet urunan buat belanja sembako buat ibunya dan membawa Alam ke dokter mata di RS swasta.Dokter menyarankan kalo operasi bisa dilakukan kalo sudah ada perbaikan gizi.


Yaudah deh… ujung-ujungnya cuma sampai tahap itu doang kelompok gw bisa membantu. Dan tugas kelompok gw pun udah selesai…


Tugas dari dosen sebenarnya adalah hanya 5 kali kunjungan… tapi gw sama temen kelompok gw pernah kesitu lagi setelahnya… dan keadaan Alam masih sama aja… sempet juga kami nge-post di facebook foto-foto Alam dan minta sumbangan…


Selang beberapa minggu, gw dapet sms kalo Alam udah meninggal…



Beberapa saat kemudian ketika gw kembali lagi ke puskesmas itu di Semester 7… Entah kenapa gw sangat berjodoh dapet Puskesmas itu lagi… Gw sempet dapet giliran jaga balai pengobatan umum… dan ternyata salah satu pasiennya adalah Ibunya Alam… Ibu Alam ini berobat karena keluhan keputihan…


Jadi fyi, setelah ngobrol-ngobrol dengan petugas puskesmas baru tau kalo Alam dan Ibunya itu positif HIV… Kalo diinget-inget lagi, emang ibunya sempet menikah sebanyak 3 kali… suami pertamanya meninggal dan kemudian nikah cerai.


Balik lagi ke keluhan si Ibunya Ala mini… ternyata sekarang itu ibunya Alam udah menikah lagi dengan seorang supir truk…Itu berarti si supir truk ini adalah suami keempatnya Ibu Alam. Suaminya juga mengeluhkan hal yang sama dengan istrinya. Yasudah bisa hampir dipastikan kalau mereka terkena penyakit menular seksual gonorrhea… belum lagi si ibu HIV juga…


Tambah complicated lagi dah keluarga ini…


Maaf sebelumnya, tujuan gw menceritakan ini bukanlah untuk ngegosipin keluarga alm. Alam yang sudah tenang di sana… tapi hanya kembali teringat sama Alam ketika tau ada Asa yang juga mengalami hal yang sama seperti Alam.



Alam dan Asa mengidap virus yang sama, yaitu HIV. Hal ini bukan karena kesalahan mereka, tapi karena memang begitulah takdir kalau mereka harus dilahirkan dari orang tua yang mengidap HIV.


Yang membedakan Alam dan Asa adalah tingkat pendidikan dan ekonomi keluarga mereka.Alam hanya berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi pas-pasan dimana rumah mereka hanyalah sebuah kamar berukuran 2x2 meter.Disitu Alam sekeluarga tidur dan disitu itu pula dapur keluarga mereka.Ibu Alam tidak menamatkan jenjang sekolah dasar.Pendapatan tetap pun tidak ada.Untuk membeli sayuran setiap harinya saja kesusahan, apalagi untuk membeli ikan, ayam, daging untuk memperbaiki gizi Alam.Ibu Alam tidak mengerti bagaimana harus mengurus Surat keterangan tidak mampu dan sudah pasrah dengan keadaan Alam.


Berbeda dengan Asa yang berasal dari keluarga menengah ke atas, dimana ekonomi bukan menjadi masalah.Asa yang merupakan cucu dari seorang professor dan secara tidak langsung juga dapat diambil kesimpulan bahwa Nada merupakan orang yang berpendidikan.Nada sangat menyayangi Asa dan ingin berusaha yang terbaik untuk Asa.


Alam tidak terselamatkan karena tidak memiliki biaya untuk berobat secara intensif ke Rumah Sakit dengan fasilitas yang baik, sementara Asa bisa terselamatkan dan bertahan hidup karena mendapatkan perawatan yang baik.



Mungkin dapat dikatakan bahwa Alam memang tak seberuntung Asa…



Tapi dari sisi lain, Tuhan pasti punya rencana menciptakan segala makhluk di dunia ini, termasuk gw dan elu… Adanya Alam memberikan kesempatan kepada kita untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama.

Gw aja kagum ngeliat temen sekelompok gw dulu itu ternyata orangnya care sama keadaan Alam. Walaupun orang-orang menganggap dia males dan kerjaannya ga akan beres kalo sekelompok sama dia.


Dulu gw ga bisa membantu banyak untuk menolong Alam, tapi gw berharap suatu saat bisa melakukan lebih kalo ketemu orang yang seperti Alam :)





******

Oh iya, sekalian promosi film Nada untuk Asa deh yang akan tayang Februari 2015.
ceritanya dijamin keren... pemain-pemainnya juga keren jadi bisa dipastikan filmnya juga bakal keren...hehehe...







Tuesday, 9 October 2012

Mata yang hobi Menari



lanjutan dari post sebelumnya >_<  dan ternyata ujung2nya gw lanjut ngekos...

keesokan harinya setelah gw nulis postingan terakhir, pas hari pertama stase mata, keputusan gw berubah lagi.. (-__-)
semua ini 50% gara2 seseorang yang bernama nandes...
bzztt omongan dia yang "kalo aku jadi kamu yah her, aku sih pasti bakal ngekos!" bikin galau lagi... apalagi sebelumnya jg ketemu david yg baru mau pindahan kos ke kosan gw...

haiyaa.. 
betapa stress-nya gw di hari pertama stase mata.. sementara beradaptasi dengan ruangan yang penuh sesak, gw malah pusing mikirin lanjut ngekos apa engga... ujung2nya gw sms bokap klo mau lanjut ngekos...

-----------------------------------
Okeh ganti topik.



Karena udah lama gw gak update, stase mata gw udah selese dari 2 minggu yang lalu...

Hmm... secara keseluruhan cukup menyenangkan.. setidaknya gw lebih suka stase mata daripada gigi mulut.. walopun di stase mata ini hampir tiap hari selalu cenat-cenut...
sumpah deg-degan abis...
paling deg-degan tuh pas hari senin, selasa dan jumat..
kalo dateng pagi jem 8an gitu masih nyantai, agak ngantuk... tapi pas udah ngeliat supir dokternya masuk ruangan sambil nenteng barang2 dokternya tuh, mata gw langsung melek seketika!
tidak lama kemudian muncullah sesosok wanita berjas putih.. Nah semua koas serentak berdiri bilang "Selamat pagi dok!"

dokternya sih biasa senyum dan bales sapaannya... lalu lanjut ngomong sendiri... yang sebenernya gw gak pernah tau apa yang diomongin...
udh ngomong sendiri, ketawa sendiri pula.. klo ada perawatnya sih masih mending, masih ada yang nanggepin.. tapi klo lagi ga ada, yah krik..krik..

Di minggu pertama, kita cuma boleh observasi. ngeliatin dokternya pas anamnesis tanyain apa aja, cara2 pemeriksaannya juga diperhatiin.. trus kita juga belajar cara periksa visus pake trial lens.. nyobain slit lamp, funduskopi, auto refractor, tonometri antar temen..
seru.. pengalaman baru banget.. karena di kampus cuman pernah nyobain funduskopi..

Di minggu kedua, sama masih latihan alat.. tapi kita juga udah mulai pegang pasien.. pegang disini bukan memegang tangan pasien, tapi mulai periksa pasien..
Nah tambah cenat-cenut lah gw.. setiap giliran gw, pasti muka gw ga nyantai.. gw lebih tenang kalo pasien gw itu menderita konjungtivitis bakteri, karena visusnya ga dikoreksi dan ga perlu funduskopi.. trus gak harus balik kelopak mata.. krn gw ga bs balik kelopak mata..
oh iya, di minggu kedua jg ada pretest.. yah seperti biasa... seadanya..

Di minggu ketiga, mulai dikasih tugas buat referat... gw dapet dokter cowok, usut punya usut ternyata dia pensiunan dengan pangkat bintang satu.. orangnya baik, tapi kalo tau kita belum belajar pasti senyum gt... senyum prihatin ngeledek (gimana emo-nya coba??)

Di minggu keempat mulai presentasi referat... salut sama temen2 kelompok gw yang lain, bagus2... sementara gw di minggu keempat ini blm selese... sebenernya udah ngumpulin, tapi hrs dirapihin dan ditambahin lagi, trus diundur jadi hari Senin..
di satu sisi males karena merasa digantung sementara temen2 gw yang lain udh tinggal menyiapkan ujian lisan.. tapi di sisi lain merasa beruntung karena masih dikasih waktu buat memperbaiki.. dan klo kyk gini dia emang jd pembimbing gw..

Di minggu kelima, gw presentasi referat gw. agak terbata2 tapi selese juga.. selain itu ada ujian lisan juga.. gw kebagian sama dokter cowok ini lagi.. sempet takut digantung lagi, tapi ternyata engga.. pas tanya jawab, selalu tersendat-sendat dan ujung2nya malah dia yang jelasin, bahkan sampai buka text booknya.. ujiannya singkat, stengah jem teng buat berdua.. hasilnya....... entahlah. tapi lulus sih...
ujian yang terakhir adalah post test.. 50 soal pilihan berganda dan 3 essay.. soal PGnya lumayan ngerti, tapi essay-nya gak terlalu bisa...

di minggu ini, status dokter muda kita langsung diperiksa... jadi kudu cepet2 nulisnya dan ga boleh nyontek tulisan dokter buat terapi dan diagnosisnya.. sempet ada pasien gw yang konjungtivitis (mata merah), sepertinya sudah sering, kena sekeluarga juga.. Nah gw mulai bingung gimana periksa dibalik kelopak matanya.. tapi di luar dugaan, ibunya bilang "mau dibalik yah? oh sini saya sendiri aja.."
hwew.. gw senterin dan ada putih2, katanya dokternya lithiasis, penumpukan lemak gitu.. dan saya pun aman...fiuh..


setelah melewati stase ini jadi bisa menggunakan alat2 pemeriksaan di poli mata.. yang paling butuh latihan keras dan ngabisin batre adalah funduskopi.. pas di kuliahan ternyata gw cm asal doang, ga ngeliat apa2.. tapi di stase ini setelah berlatih ampir 3 minggu, gw baru bs ngeliat pembuluh darah yang sesungguhnya.. ternyata gede banget... dan itu di mata fefe..  ^^

Pemeriksaan yang gw gak kuasai adalah ngukur pupil distance.. astagah padahal tinggal liat di penggaris aja susah banget.. gak tau kenapa yang gw ukur selalu beda.. mana pernah beda ampe  5 mm gt pula.. sepertinya mata gw hrs pake kacamata dlu baru bs ngeliat dengan bener..


setelah 5 minggu berlalu...
tibalah waktunya perpisahan....
seperti tradisi-tradisi sebelumnya yaitu makan bareng.. kita udah mulai nanyain request makanan apa.. namun ternyata dokternya mengajak ke sebuah kafe di bilangan Kebayoran sana.. yang nama kafenya seperti nama kebun binatang..

feeling gw mulai ga enak... males jg krn judulnya bkn makan bareng, tapi "menyanyi dan menari bersama"

Waktu baru masuk kafenya, gw merasakan penuh sesak, gelap.. dengan meja dan kursi kayu gaya klasik gt dan ornamen2 sepeda onthel yg menuh2in ruangan doang...

sebelumnya gw pikir tempat karokean per-room gt, tapi ternyata kt kebagian yang karokean massal.. hmm.. maksudnya kalo mau nyanyi yah di atas panggung mini gt dan disaksikan tamu2 lain juga.. selain itu jg dilengkapi dengan dance floor (lebih tepatnya arena ibu2 berpoco2 ria)..

Mulai pesen makan, hari semakin larut.. gw makin merasa belum cukup umur untuk berada di tempat ini... alasannya adalah krn tempat ini lebih cocok untuk arena oma2 berkumpul reunian, nyanyi lagu nostalgia, dan berpoco2..

kelompok gw sempet maju semua mempersembahkan sebuah lagu untuk dokter2 itu yg berjudul "a thousand year".. yaahh hasilnya emang agak fales sih... ato mungkin sangat fales :P
tp yah sepertinya bs dimaklumi, krn nyanyinya gak pake hati... coba aja klo pake hati, pasti gak fales.... orang ga ada suara yg keluar jg...

untungnya malam itu ga ada wartawan yg ngeliput... kalo engga bs gawat krn membawa nama kampus jg...wkwkwk....

tapi yasudah lah ga bakal balik jg ke kafe kebun binatang itu... semoga..



btw Tahukah anda betapa tersiksanya menertawakan hal-hal yang menurut lu ga lucu ato bahkan lu gak ngerti sama sekali apa yang lagi diomongin...?! 

dan gw mengalami hal itu........ 

pas makanan udah abis.....
minuman pun tinggal es batunya doang.....
sementara mereka semua masih bersemangat untuk menyanyi dan menari sambil sesekali ngajakin ngobrol dengan bahasa jawa yang gw cm ngerti seiprit doang.....

ya Tuhan... waktu terasa sangat lamaaa sekaliii...!!

mo belaga autis dengan hape, tapi ga ada sms apapun (-__-)
setengah jam tuh rasanya lamaaaa bangeettt...
dalam hati udah berteriak2 minta pulang....haha...
dan akhirnya pulang...


tapi salut di kafe itu, tiap kelompok tamu yang dateng pasti ada dokternya... jd seperti perkumpulan dokter2 gt.... dokter2 yg hobi menyanyi dan menari (-___-)
semoga 30 tahun lagi kalian ga menemukan gw disitu... 



gila gw udh ketik ini sejak beberapa bulan yang lalu, 
tapi baru diposting skrg...haha...
ajaibnya kehidupan koas.... 

Wednesday, 15 February 2012

11 days (part 2)

Astagah udah lama banget gak update2...
Ini semua gara2 sibuk nonton film korea. Maklum lagi nganggur... dan klo udah sekali nonton, males banget buat nulis lagi. Jadi blog ini agak terlantar...


Topik terakhir ttg liburan yah.. hmm okeh... lanjutin liburan gw di Manado yah...
tapi sebenernya gw udah lupa ngapain aja di Manado...wkwk... saking lamanya ga diupdate.. :P
Tapi saya akan coba mengingat! konsentrasi...


9 Januari 2012
Hari ini hari senen... Pesawat gw berangkat jem 15.50 WIT (harusnya)
Jadi pagi2nya masih di rumah ai gw... bantuin beres2 rumah sebelum gw cabut, soalnya dia kan sibuk jaga toko..
Gw masih sangat bersantai2 krn gw pikir berangkatnya masih lama.. gw baru mandi jem stengah 12 kali.. tapi ternyata malah jadi ribet banget yang mengakibatkan gw gak enak bgt sama ai gw...
Jadi bokap sempet minta orang dateng ke rumah ai gw, buat ambil tiket n bantuin gw check-in dlu.. soalnya gw males nunggu di bandara lama2.. gw pikir orangnya bakal dateng jem 2an... tapi ternyata orangnya dateng pas gw lagi mandi... fyi, gw mandi di lantai 3... sdangkan ai gw teriak2 manggil gw dari lantai 1 (toko)... trus gw nyalain air kran, jadi ga denger ai gw teriak2... ai gw buru2 naik, ga bs ninggalin toko jg krn pegawainya lg istirahat makan siang... dan pas gw selese mandi orangnya keburu pergi.. kata ai gw dia udah ngomel gt...
Gila ngedenger itu gw langsung ga enak to the max... kyaaa!!! gw lsg telpon bokap ngomel2 nanti check-in sendiri aja... tapi bokap ttp bilang dibantuin aj, tuh orang nanti balik lagi abis ngambil tiket... emg orangnya gt agak ketus...


bayangkanlah perasaan gw... gak enak banget ngerepotin banyak orang... akhirnya gw T__T


koper gw diambil ama dia jem 1an..


Trus pas mo ke bandara... lagi2 ngerepotin orang... temen SD gw... namanya Ian (yang lagi balik dr Perth krn liburan)... okeh dia adalah salah satu "malaikat" gw selama di Sorong yg akan dibahas lebih lanjut nanti.. Singkat cerita krn Ian jg hrs jga toko, jadi br bisa jemput gw jem 3 lewat.. Sebenernya bandaranya ga jauh sih.. cm 10 menit.. (lebih jauh rumah Ian ke ai gw, drpd gw ke Bandara :P) Tapi krn di sorong ga ada taksi semacam blue bird, jd agak rempong klo pake angkot..
Karena udah nyampe bandara jem stengah 4, jadinya gw langsung masuk deh.. pdhl tadinya mo pamitan dlu sama keluarga jauh yg baik itu, mo nganterin kado ultah jg buat anaknya..
akhirnya si Ian yg nganterin..haha pdhl dia gak kenal sm orang itu...


Ternyata pesawatnya delay.. jd jem 4 baru naik... haiyaaa hrsnya gw sempet mampir dlu tadi.. jadi ga dapet oleh2 kue kering deh... :(


Naik pesawat kurang lebih 1 jem-an.. nyampe disono ketemu sama istri sepupu gw beserta dengan anaknya yg tiba2 udah 9 taon (soalnya gw blm pernah ketemu).. Ternyata anaknya itu sangat aktif sekali dalam berbicara alias bawel (-__-)
dia ngerengek mo ke mall, main... akhirnya diturutin dan main bumper car... gw disuruh temenin...
bayangkan!!! baru juga turun dari pesawat, masih pusing2 jet lag gitu, trus main tabrak2an.. aarrgghh.. otak gw kekocok rasanya...


Lalu dibawa ke rumah mama angkatnya istri sepupu gw di Sonder... jadi gw nginep di rumah sodara punya sodara... udh jauh banget sih ini mah... Sonder itu kyk puncaknya Jakarta, jadi jalannya SANGAT berliku2 dan dingin...


Berakhirlah petualangan gw di hari yang panjang ini.... 




10 Januari 2012
Hari ini jalan2 ke Danau Tondano... sepi sih.. tapi mendinglah drpd rame banget... setelah bbrp saat, ternyata mobil yg gw dipake itu, mau dipake lagi sama suami sodara istri sepupu gw itu.. Nah ribet kan bahasa gw...
Pokoknya harus buru2 cabut aja... dan ganti mobil sewaan...
krn udah terlalu ribet ponakan gw ini tiba2 ngerengek lagi mau ke mall (-____-)
Jadinya gw sama dia diturunin di supermarket yang ada permainan kyk timezone gt... setelah 1 jem berlalu, kok kita ga dijemput2 lagi yee! Ternyata mobilnya mogok... akhirnya gw menghabiskan waktu cukup lama sama nih bocah... mana permainannya cm dikit pula... mulai mati gaya. Akhirnya makan Texas chicken.. Lalu? beli koin lagi.. koin habis, mati gaya lagi...
setelah memutar otak (gimana caranya coba?), akhirnya gw beli gaplek...wkwkwk... mainan pas kecil nih... dan untungnya dia cukup interested.. fiuhh...
setelah 30 menit nyokapnya nongol... YES!
menghabiskan waktu 2,5 jam bedua brg anak cowok 9 taon di supermaket kecil bernama COOL, di tempat antah berantah...


Pergi makan malem ke daerah sekitar Danau Tondano tadi... trus makan masakan manado gt.. Ikan, Lobster, kangkung dan burung... okeh yg ini cukup aneh di mulut gw.. dan semoga ga ada yg boong klo itu burung...
Tempat makannya itu di pinggiran sawah, yah mirip2 klo dipuncak tuh bnyk tempat makan jagung bakar gt dipinggir jalan... Pas selese makan, tiba2 gw dikagetkan dgn "sesuatu" yang jatoh dari atap... tau itu apa? itu TIKUS!! kyaaaaa!!! untung bukan jatoh diatas meja makan ato diatas piring gw...
tp sepertinya gw sendiri yg agak heboh (walopun tampang gw tetep datar).. yg lainnya termasuk pemilik warung tuh biasa aja... astagah....ckckck.... berasa artis masuk desa..


11 Januari 2012
Hari ini rencananya mo ke Bukit Kasih.. Jadi disitu tuh ada lambang 5 agama (kristen, katolik, Islam, Hindu dan Budha)... Bukitnya ada pemandian air panas juga... Tapi karena tiba2 hujan, jadi cuman bisa sampai monumennya doang...


Udah dari Bukit Kasih, kita turun ke Manado... dan kembali si bocah ini (ponakan gw) merengek pengen ke mall... (-_____-)
diturutin lagi, ke ITC mega mall tempat dia main bumper car itu... akhirnya dikasih ama emaknya main 3x berturut2... dan sesudah itu.... dia mo naik kereta, dan ngajak gw... malu siiihhh.... tapi berhubung ga ada yg kenal ini di Manado, jadi yasudah...hehe... ^^


Malem ini kita nginep di rumah sodaranya istri sepupu gw, yg biasa nyupirin kita... daerah rumahnya di Kawangkoan.. Rumah Panggung gt tp bawahnya udah ditembokin ^^


12 Januari 2012
Pagi2nya Jalan pagi muter2 sekitar rumahnya... dingin cuy! mana pake celana pendek seadanya n kaos.. Lalu mampir sarapan di warung kopi gt.. ternyata disini tuh bnyk kedai2 kopi buat sarapan... jualannya yah cuma kopi, teh, susu, roti panggang n bakpao... rame jg... pd males sarapan dirumah kali ya..


Setelah itu, pergi ke tempat pemandian air panas... air belerang gt lah.. licin2 bau telor gitu...hii..
setiap kamar mandi ada 1 bak.. yah bayangkanlah seperti lubang kuburan 2x1 berjejer dari tegel trus disekat2...haha...
pertamanya panas banget! tapi setelah dibiasakan enak jg... berendem gt dan skalian mandi... harga per orang 18 ribu...


Lalu pulang ke rumah... dan pergi lagi makan bubur Manado... pertama kalinya gw makan bubur Manado di Manado... ternyata yg aslinya kyk gini toh... jadi inget nasi/mie ongklok di Temanggung.. :P


Setelah itu kita ke Museum.. gw lupa nama Museumnya apa, pokoknya disini tuh banyak banget dipajang rekor2, mulai dari MURI sampe yg dipajang di Guinness book of record.. ada Terompet terbesar n kain tenun terpanjang..


gw sempet mengunjungi rumah tenunnya, ngeliat cara tenun yang ternyata ribet banget itu.. (jadi ga enak klo mo nawar lagi pas belinya).. Bayangin aja, sehari cuman bisa menghasilkan  2 meter perorang di proses finishing... belom lagi proses sebelumnya tuh dari benang dibuat kumpulan benang, trus diwarnai, dijemur bbrp hari dulu... dan baru mulai finishing... astagah...


disini cuman beli syal buat nyokap n oma... kain tenunnya enak sih... tapi hmm... budget gw agak terbatas...haha...


Pulang dari situ, kita mampir ke pasar tradisional gt... hebatnya di pasar ini adalah menjual berbagai jenis yg bisa dijual... ada sayuran, daging, ikan kyk di jakarta... ada baju cakar bongkar alias baju second yg dijual murah... trus ada juga jualan tikus (euuhh), kelelawar (omaigat), ampe sapi dijual disini...haha...
Mana sambil ujan pula... jadi becyeekk... >_<


Lalu pas pulang disaat para ibu sedang memasak, gw sama ponakan gw ini main Playstation di tempat penyewaan PS sebelah rumah... main bola dan sebagainya... yah mayan seru, tapi berhubung nih anak cepet bgt bosan, jadi belum kelar jg 1 game udh ganti lagi.. (-_________-)
Yang lucu, nama counternya tuh ada korea2nya gt.. dan sepanjang hari diputerin lagu2 soundtrack dari film korea... kyaaaa suka, suka..!!
tapi kyknya gw cewek sendiri di tempat ini... yasudahlah...

Setelah 2 jem akhirnya pulang duluan gw, makan...
Selesai makan, ponakan gw ini mulai aneh2... gw mulai diledekin sama anak2 di tempat PS itu... astagah berasa zaman SD lagi dah... swt.. (-_____________-)

Sore2nya, gw, ponakan gw, anak yg punya rumah + 1 anak cewe pegawainya jalan2 naik delman...hihihi... seru juga muter2 di cuaca dingin... kita sempet ke pacuan kuda lho... haha delman masuk pacuan kuda... sempet nyetir kudanya jg.. :)

Malemnya balik ke Sonder...

13 Januari 2012
Hari ini gw balik ke Jakarta... kyaaa senangnyaaa!!!
udah kangen rumah n agak gak betah sama Manado, soalnya males dijalannya itu lhooo... mual banget rasanya...

Paginya sempet mampir foto di Patung "Yesus Memberkati Manado" ini letaknya klo ga salah di sekitar Tomohon.. ada perumahan Citra Raya gt... Patungnya gede banget, mengarah ke kota Manado... fotonya seadanya soalnya buru2 n ngelawan cahaya, jadinya gelap deh...

Lalu belanja oleh2... kyknya gw asal beli bagea gt, jadinya diomelin pas di jkt...wkwk...

Pas di bandara, ternyata gw ketemu sama Lani, anak FON UPH 2008...!! waw! tp emang dia orang manado sih...haha..

Akhirnya berpisah juga sama keluarga gw disini... istri sepupu gw itu dan ponakan gw jg bakal balik besokannya ke Sorong...
dan belakangan pas nunggu di ruang tunggu gw baru tau klo ternyata ponakan gw itu nangis gara2 pisah dari gw...hahahah... pdhl dia cowo jg... ckck...

Di pesawat ternyata rame... jadinya gw duduk bertiga deh sm orang lain :(
tp untungnya di Jendela :)
Sebelah gw cowok dan agak bawel... ngobrol mulu.. pdhl gw mo tidur jg >_<
tapi lama kelamaan malah jd gw yg banyak nanya sama dia...haha.. soalnya dia ternyata salah satu instruktur vokal di KBL, Kelapa Gading... bnyk cerita sama dia bikin gw jadi pengen ngeles vokal jg...haizz... gampang terpengaruh skali saya...(-_-)
gw n dia bareng ampe ambil bagasi... dan lucunya sampe akhir bnyk ngobrol, kita gak tau nama satu sama lain gt...haha..


dengan keluarnya gw dari pintu bandara, berakhirnya petulangan gw selama 11 hari ini... :)



----------------------
Kesan gw, seru banget jalan2 sendirian seperti seorang backpacker... pergi ke daerah timur Indonesia, banyak bertemu orang-orang baru dan mereka memberikan tumpangan...
sangat baik... mau menyambut orang yg belum pernah kenal sebelumnya, ramah, dan malah ngasih oleh2 ke gw...
Padahal gw belum tentu bisa seperti itu...
Kalo orang lain mo nginep di rumah gw, apalagi yg blm kenal sebelumnya pasti ada rasa ga nyaman karena kebiasaan gw sehari2 jadi berubah... dan gw ga suka dengan perubahan tiba2...
Ini mengajarkan gw klo kita harus memberikan tumpangan kepada mereka yang butuh, dengan ikhlas tentunya... Jadi inget ayat di alkitab "..sebab engkau memberikan tumpangan kepadaKu.."

Lalu, gw sangat dibantu dengan orang2 disekeliling gw... mereka seperti malaikat buat gw...

~~ada keluarga ponakan bokap yg istrinya jualan kue kering, 

~~ada pegawai ai gw yg nolongin gw pas gw dipalakin orang mabok, 

~~ada Ian, temen kecil gw yg walopun waktu kecil gw diledekin sm dia krn nama kita ampir sama Herliana dan Iriana, jadinya ga pernah ngobrol bareng krn malu...wkwk... Tapi skrg pas udah gede, gw jd udh biasa sm dia krn tmn2 di FK jg bnyk cowoknya. Dan ternyata dia jg jadi bawel banget...zzz.. tapi tengkyu krn dia yg nganterin gw+koper gw ke rmh ai gw, trus nganterin gw ke bandara, dan ngaterin kado ke rmh ponakan bokap itu... ga enak sama dia krn gw gak sempet nemenin dia jalan2 pas dia lg di jkt jg.. 
Haiz jadi makin ga enak krn dia tiba2 udah mo balik ke Perth tanpa ngabarin dlu... Nyebelin abis! paginya happy valentine, sorenya udah di pesawat... >_< (lho kok jd out of topic?haha)


~~ada mama angkat istri sepupu gw itu jg yg memberikan tumpangan di Sonder... pas pulangnya dia malah ngeluarin isi kulkas, ngasih oleh2 ikan2 khas manado, bagea dan kue semprong.. baik banget :)

~~Malaikat terakhir bokap gw deh.... yg ngurusin tiket2 gw, menghubungi orang2 yg bisa dimintain tolong buat jemput gw atopun check-in-nin gw... jadi ga ribet beli tiket, tinggal ke bandara aja...wkwk... jd ga enak krn sempet gw omelin brp kali bokap gw, abis kan gw yg ga enak, gr2 gw jd ngerepotin orang lain... :P




dan setelah semuanya ini, gw bersyukur karena perjalanan ini membuktikan klo penyertaan Tuhan selalu ada... :)


postingan selanjutnya gw masukin foto2 deh..abis inetnya lagi lemot...hehe..